LAPORAN PRAKTIKUM
SISTEM BASIS DATA
PERTEMUAN KE 2
Disusun Oleh :
Agant Zandria
105410212
LABORATORIUM TERPADU
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
AKAKOM
YOGYAKARTA
2010
Pertemuan ke-2
PEMODELAN ER-ENTITY RELATIONSHIP
I. PENDAHULUAN
a. Tujuan
Mahasiswa dapat memahami tentang cara merancang sistem basis data secara konseptual mengunakan model data ER dalam bentuk ERD (Entenity Relationship Diagram).
b. Teori singkat
1. Entenity Set
Entenity Set adalah suatu atau objek yang ada di dalam dunia nyata yang berbeda dengan objek lainnya, memiliki atribut penyusun, dan merupakan pembangunan suatu sistem. Contoh, manusia yang bekerja di suatu perusahaan adalah sebuah entinty. Entinty mempunyai atribut bernilai (values), misal : 000-11-3452 merupakan sebuah nomer induk seorang pekerja (atribut nomer induk peke rja). Selain itu, seorang pekerja juga mempunyai tanggal lahir. Disini tanggal lahir merupakan atribut dari entity pekerja yang berkedudukan sejajar dengan atribut nomer induk pekerja.
Entity mempunyai beberapa tipe atribut seperti :
a. Simple atribute : entity yang atributnya tidak dapat di bagi meenjadi bagian yang lebih kecil
b. Composite atribut : entity yang atributnya dapat di bagi menjadi atribut yang lebih kecil. Misalnya, atribut nama bisa bisa di bagi menjadi nama awal, nama nilai, dan nama akhir/
c. Single-valued atribut : entity yang atributnnya hanya dapat berisi satu nilai. Misal nomer induk pekerja.
d. Multivalued atribut : entity yang atributnya dapat berisi nol, satu atau lebih dari satu nilai. Misalnya: atribut telpon, bisa jadi seorang pekerja mempunyai nol, satu, atau lebih telpon
e. Atribut turunan : entity yang atributnya dapat di turunkan dari atribut lainnya. Misalnya: atribut umur dapat diketahui dari atribut tanggal lahir dan pada saat itu.
2. Relasional
Relasional adalah hubungan antara entity. Semisal pada contoh di atas entity manusia mempunyai hubungan dengan entity alamat yaitu “tinggal di”. Di dalam merancang database hendaknya seluruh entity yang ada mempunyai hubungan dengan entity lain, minimal satu. Jika ada entity dalam database yang tidak mempunyai hubungan dengan satu pun entity yang lain, maka akan timbul kesalahan dalam desain. Biasanya entity yang tidak berhubungan akan dihilangkan.
Macam-macam relasi ada 4, antara lain :
· One to one :
Sebuah entitas A yang berpasangan dengan tepat satu entitas B. Demikian pula entitas B juga berpasangan tepat satu dengan entitas A. Contoh entitas mahasiswa yang berelasi dengan entitas skripsi secara one to one
· One to many :
Sebuah entitas A yang berpasangan secara banyak (nol atau lebih) dengan entitas di dalam B. Sedangkan entitas B hanya berpasangan dengan tepat satu entitas di dalam A. Contoh : entitas mahasiswa yang berelasi dengan entitas dosen dalam hubungan dosen pembimbing. Relasi yang terjadi secara one to many. Karena seorang mahasiswa hanya memiliki 1 dosen pembimbing. Sedangkan seorang dosen bisa jadi memiliki mahasiswa bimbingan lebih dari satu.
· Many to one :
Sebuah entitas A yang berpasangan dengan tepat satu entitas di dalam B. Sedangkan entitas B dapat berpasangan secara banyak (nol atau lebih) dengan entitas di dalam A (sama seperti one to many hanya di balik pengertiannya)
· Many to many :
Sebuah entitas A yang berpasangan secara banyak (nol atau lebih) dengan entitas di dalam A.
Contoh : entitas mahasiswa yang berelasi dengan entitas mata kuliah dalam hubungannya dengan KRS. Relasi tersebut adalah many to many. Karena seorang mahasiswa dapat mengambil banyak mata kuliah. Sedangkan satu mata kuliah bisa jadi di ambil oleh beberapa mahasiswa.
3. Primary key
Seperti yang telah di sebutkan di atas, bahwa entity adalah suatu objek yang berbeda dengan objek yang lainnya. Maka tiap entity harus mempunyai atribut yang dapat membedakan antara objek satu dengan yang lainnya. Misalnya entitas manusia, entitas ini tidak mempunyai atribut yang dapat membedakan antara manusia 1 dengan manusia yang lainnya. Namun apabila manusia tersebut menjadi pegawai (muncul entitas pegawai) maka manusia 1 dan manusia 2 sebagai anggota dari entitas pegawai akan mempunyai atribut yang membedakan yaitu NIP.
Atribut inilah yang disebut dengan key. Manusia 1 dan manusia 2 tidak mungkin memiliki NIP ang sama. Key dapat terdiri dari beberapa atribut, yang biasa disebut dengan candid ate key. Namun dalam prakteknya key sebisa mungkin hanya terdiri dari satu atribut. Hal ini untuk memudahkan dalam pengolahan data. Nah, untuk mendapatkan key dari candidate (gabungan untuk beberapa atribut), pilih atribut entitas yang paling unik(value dalam atribut tidak ada yang sama )dan bisa membedakan entitas tersebut dengan entitas lain. Jika sudah mendapatkannya, key itulah yang disebut dengan primary key. Semisal ada candidate key berupa nama,NIP,dan tanggal lahir. Maka perlu disortir, atribut mana yang paling unik dari ketiga atribut tersebut.
Atribut nama tidak unik, karena ada kemungkinan dua entitas pekerja mempunyai nama yang identik. Demikian pula dengan tanggal lahir, sangat bisa jadi dua entitas pekerja mempunyai tanggal lahir yang sama. Hanya atribut NIP saja yang pasti berbeda dari tiap-tiap entitas pekerja.
4. Foreign Key
Di atas telah dibahas bahwa entitas dalam database harus mempunyai hubungan dengan entitas yang lain. Oleh karena itu, suatu entitas yang memiliki hubungan dengan entitas lain harus memuat primary key dari entitas yang ada hubungan dengannya. Pemuatan primary key ini tidak selalu pada kedua entitas yang berhubungan. Namun cukup pada entitas yang membutuhkan. Misal, suatu entitas pekerja dengan primary key NIP. Entitas ini memiliki hubungan entitas bagian kerja dengan primary key ID bagian kerja. Untuk bisa menghubungkan kedua entitas tersebut maka entitas bagian kerja tidak perlu memasukkan primary key dari entitas pekerja ke dalam salah satu atributnya. Namun justru entitas pekerja yang memasukkan primary key dari entitas bagian kerja(ID bagian kerja).
Proses menampung primaru key dari entitas lain ke dalam atribut entitas disebut juga dengan foreign key. Ada beberapa landasan pemuatan primary key suatu entitas ke entitas yang lain yang berhubungan. Landasan ini memakai ciri relasi yang digunakan.
· One to one
Entitas A berhubungan dengan entitas B secara one to one dengan entitas A, maka primary key entitas A dimuat ke entitas B atau sebaliknya,
· Many to one
Entitas A berhubungan dengan entitas B secara many to one maka primary key entitas B dimuat kedalam entitas A
· Many to many
Entitas A berhubungan dengan entitas B secara many to many maka pemuatan primary key dari masing-masing entitas akan melibatkan suatu entitas baru.
5. Entity – Relasionship Diagram
E-R diagram digunakan untuk membuat suatu model database. Kemudian dari model tersebut dibuatlah sistem database. Adapun macam-macam komponen dalam E-R diagram tersebut adalah :
· Persegi panjang : merepresentasikan entitas
· Elip : merepresentasikan atribut
· Belah ketupat : merepresentasikan relasi antara atribut
· Garis : merepresentasikan link antara atribut
· Elips dobel :merepresentasikan atribut yang mempunyai banyak nilai
· Elips bergaris putus-putus : merepresentasikan atribut turunan
· Garis dobel : merepresentasikan total pertisipasi dari suatu entitas dalam relasionship
· Persegi panjang dobel : entitas lemah
Ada dua jenis entitas, yang pertama adalah entitas kuat yaitu entitas yang memiliki primary key. Kedua adalah entitas lemah yaitu entitas yang tidak memiliki primary key.
Berikut ini contoh diagram E-R dalam kasus pelanggan yang membeli barang,yaitu ;
Gambar 1.1 contoh ERD
| | Entitas yaitu kumpulan dari objek yang dapat diidentifikasi secara unik |
| | Relasi yaitu hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entitas. Jenis hubungan antara lain, satu objek ke objek lain dan banyak ke banyak. |
| | Atribut yaitu karakteristik dari entity dengan atribut dan himpunan entitas dengan himpunan relasinya. |
| | Hubungan antara entity dengan atribut dan himpunan entitas dengan himpunan relasinya. |
6. Kamus Data
Objektif utama dari pebuatan diagram ER adalah untuk menunjukkan objek-objek (himpunan entitas) apa saja yang diinginkan dilibatkan dalam sebuah basis data dan bagaimana hubungan yang terjadi diantara objek-objek tersebut. Pemisahan atribut-atribut dari diagram ER dapat dinyatakan dalam sebuah kamus data. Kamus data berisikan daftar atribut yang diapit kurung kurawa {}, atribut yang berfungsi sebagai key dibedakan dengan yang Non key dengan menggaris bawahi atribut tersebut.
Berikut contoh kamus data :
Mahasiswa = { nim, nama_mhs, alamat_mhs, tgl_lhir}
Kuliah = {kode kul, nama_kul, sks, semester}
Dosen = { nip, nama_dosen, alamat_dosen}
Mempelajari = { nim, kode kul, indeks_nilai}
Mengajar = { kode_kul, nama_dosen, waktu, tempat}
c. Software Yang Dipakai
· Dia
· Microsoft office 2007
II. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
a. Membuat ERD dari kasus proyek pada departemen
b.Membuat kamus data untuk kasus proyek departemen
Departemen_schema : {Id dept, nama_dept, alamat}
Proyek_schema : {Id proyek, nama_proyek, anggaran}
Pekerja_schema : { id pekerja, nama_pekerja, alamat_pekerja}
Monitoring_schema : {Id pekerja, Id proyek, Id Dept,tgl_monitoring, status_pekerjaan}
Departemen – memiliki – proyek – monitoring – pekerja
1 M M M M
III. LATIHAN
Membuat ERD dan kamus data untuk sistem informasi sederhana untuk transaksi peminjaman buku perpustakaan.
Kamus data
Perpustakaan_schema : {Id_perpustakaan, alamat_perpustakaan}
Buku_schema : {Id_buku, judul_buku}
Mahasiswa_schema : {Id_mhs,nama_mhs,alamat_mhs}
Monitoring_schema : {Id_perpus,Id_buku,Id_mhs,tgl_monitoring,status_mhs}
IV. TUGAS
Membuat ERD dan Kamus data untuk sistem informasi sederhana penjualan produk secara online.
Perusahaan_schema : {Id_perusahaan, alamat_perusahaan,nama_perusahaan}
produk_schema : {Id_produk, nama_produk}
konsumen_schema : {Id_konsumen,nama_konsumen,alamat_konsumen}
Monitoring_schema : {Id_perus,Id_produk,Id_konsumen,tgl_monitoring,}
V. KESIMPULAN
Dalam pertemuan kedua ini kita dapat mengerti apa yang di maksud dengan Entity set, Relasional, Primary key, Foreign key, dan Entity-Relasionship diagram. Selain itu kita juga membuat diagram E-R dan membuat kamus data.
VI. LISTING
Tidak ada komentar:
Posting Komentar