LAPORAN PRAKTIKUM
SISTEM BASIS DATA
PERTEMUAN KE 3
Disusun Oleh :
Agant Zandria
105410212
LABORATORIUM TERPADU
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
AKAKOM
YOGYAKARTA
2010
Pertemuan ke-3
PEMODELAN ER-ENTITY RELATIONSHIP (2)
I. PENDAHULUAN
a. Tujuan
Mahasiswa dapat memahami tentang cara merancang sistem basis data secara konseptual mengunakan model data ER dalam bentuk ERD (Entenity Relationship Diagram).
b. Teori singkat
Terdapat 2 macam verian yang menyatakan himpunan entitas, yaitu :
1. Himpunan entitas kuat / bebas ( strong entity sets ).himpunan entitas ini tidak memiliki ketergantungan pada eksisentesinya dalam sebuah relasi terhadap entitas kuas ( strong entity ) .
2. Himpunan entitas lemah ( weak entity set ).berisis entitas - entitas yang kemunculanya tergantung pada eksitensinya dalam sebuah relasi terhadap entitas kuas (strong entity )biasanya tidak memiliki digambarkan dengan empety atribut sebagai key persegi panjang bertumpuk.
Contoh , entitas anak tergantung pada entitas dosen .
Partisipasi suatu entitas terhadap dua tipe yakni :
- Partisipasi total , dimana keberadaan entitas tersebut tergantung pada hubunganya
dengan entitas lain .
- Partisipasi parsial,dimana entitas tersebit tidak tergantung dengan hubungan entitas lain.
Aturan transformasi diagramER /EER ke model relasional
1. Transformasi entitas kuat
Untuk setiap entitas kuat pada diagram ER dibuatkan suatu relasi yang memuat semua atribut tunggal dari entitas tersebut. Sedangkan untuk atribut komposit hanya dimuat komponen atribut saja.
2. Transformasi bernilai banyak
Setiap entitas yang mempunyai atribut bernilai banyak di buat relasi baru dimana kunci utamanya merupakan gabungan dari kunci utama dari relasi asal dengan atribut bernilai banyak.
3. Transformasi entitas lemah
Setiap entitas lemah dibuat relasi yang memuat semua atribut tunggal pada entitas tersebut dimana kunci utamanya adalah gabungan dari kunci parsial dan kunci utama dari induknya.
4. Transformasi relasionship berderajat satu 1:N
Untuk setiap relasionship berderajat satu dengan kardinalitas satu ke banyak pada suatu entitas, maka pada relasi yang mempresentasikan entitas tersebut perlu ditambah kunci asing yang berefrensi ke kunci utama dari relasi itu sendiri.
5. Transformasi relasionship berderajat satu M:N
Setiap relasionship berderajat satu dengan kardinalitas banyak ke banyak pada suatu entitas, maka perlu dibuat relasi baru dimana kunci utamanya merupakan gabungan dari kunci utama relasi asal dan kunci utama relasi itu sendiri yang diberi nama lain.
6. Transformasi relasionship berderajat dua 1:1 dan partisipasi total
Untuk setiap relasionship berderajat dua dengan kardinalitas satu ke satu dan salah satu berpartisipasi secara total, maka pada relasi yang berpartisipasi total mempunyai kunci asing yang berasal dari kunci utama relasi yang berpartisipasi sebagian
7. Transformasi relasionship berderajat dua 1:1 dan salah satunya berpartisipasi total
Untuk setiap relasionship berderajat dua dengan kardinalitas satu ke satu dan salah satu berpartisipasi secara total, maka pada relasi yang berpartisipasi total mempunyai kunci asing yang berasal dari kunci utama relasi yang berpartisipasi sebagian
8. Transformasi relasionship berderajat dua 1:1 dan keduanya berpartisipasi parsial
Untuk setiap relasionship berderajat dua dengan kardinalitas satu ke satu dan kedua-duanya berpartisipasi secara parsial, maka perlu dibuat suatu relasi baru dimana kunci utamanya merupakan gabungan dari kunci utama kedua relasi
9. Transformasi relasionship berderajat dua 1:N dan sisi N berpartisipasi total
Untuk setiap relasionship berderajat dua dengan kardinalitas satu ke banyak dan pada entitas yang mempunyai kerdinalitas N berpartisipasi secara total, maka pada relasi bersisi N dimasukkan kunci asing yang berasal dari kunci utama relasi berisi 1.
10. Transformasi relasionship berderajat dua 1:N dan sisi N berpartisipasi parsial
Untuk setiap relasionship berderajat dua dengan kardinalitas satu ke banyak dan pada entitas yang mempunyai kardinalitas N berpartisipasi secara parsial, maka perlu dibuat suatu relasi baru dimana kunci utamanya merupakan gabungan dari kunci utama kedua relasi.
11. Transformasi relasionship berderajat dua M:N
Untuk setiap relasionship berderajat dua dengan kardinalitas banyak ke banyak, maka perlu di buat suatu relasi baru dimana kunci utamanya merupakan gabungan dari kunci kedua relasi
12. Transformasi relasionship berderajat tiga
Untuk setiap relasionship berderajat tiga, dibuat relasi baru dimana kunci utamanya merupakan gabungan dari kunci utama ketiga relasi.
13. Transformasi spesialisasi dan generalisasi
Ada 3 cara, yaitu :
· Untuk superclass dan setiap subclass dibuat relasi sendiri, dimana pada masing-masing subclass ditambahkan kunci utama dari superclass.
· Setiap suclass dibuat relasi tersendiri dimana pada masing-masing subclass ditambahkan semua atribut dari superclass. Kunci utama relasi adalah kunci utama dari superclaas
· Untuk superclass yang dispesialisasi dengan disjoint, ditraformasikan dengan membuat satu relasi tunggal yang memuat semua atribut dari superclass maupun subclass. Kunci utama relasi adalah kunci utama dari superclass
II. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
a. Membuat ERD dari kasus proyek pada departemen
Primary key untuk masing – masing entiti tersebut diatas adalah sebagai berikut :
· Entiti pegawai = nim, karena pasti unik, tidak mungkin nim : pgw0001 misalkan
dipakai oleh lebih dari 2 orang pegawai.
· Entiti divisi = kode, karena pasti unik, tidak mungkin kode divisi : div001
misalkan dipakai oleh lebih dari 2 divisi.
· _Entiti proyek = nid, karena pasti unik, tidak mungkin kode : prk0001 misalkan dipakai oleh lebih dari 2 proyek.
· Entiti anggota = nip dan kode ( dimana kedua atribut tersebut adalah sebagai
foreign key jadi dua atribut tersebut bisa dijadikan primary key pada entiti
anggota, karena tidak ada satu atribut yang menyatakan unik pada entiti tersebut.
· Entiti punya = kode ( dimana atribut tersebut adalah sebagai
foreign key jadi atribut tersebut bisa dijadikan primary key pada entiti anggota,
karena tidak ada satu atribut yang menyatakan unik pada entiti tersebut.
III. LATIHAN
Membuat ERD dan untuk sistem informasi sederhana untuk transaksi peminjaman buku perpustakaan.
Primary key untuk masing – masing entiti tersebut diatas adalah sebagai berikut :
· Entiti peminjam = nim, karena pasti unik, tidak mungkin nim : pjm0001 misalkan
dipakai oleh lebih dari 2 orang peminjam.
· Entiti perpus = kode, karena pasti unik, tidak mungkin kode perpus : perpus001
misalkan dipakai oleh lebih dari 2 perpus.
· Entiti buku = kode, karena pasti unik, tidak mungkin kode buku: bk0001 misalkan dipakai oleh lebih dari 2 buku.
· Entiti anggota = nim dan kode ( dimana kedua atribut tersebut adalah sebagai
foreign key jadi dua atribut tersebut bisa dijadikan primary key pada entiti
anggota, karena tidak ada satu atribut yang menyatakan unik pada entiti tersebut.
· Entiti punya = kode ( dimana atribut tersebut adalah sebagai
foreign key jadi atribut tersebut bisa dijadikan primary key pada entiti anggota,
karena tidak ada satu atribut yang menyatakan unik pada entiti tersebut.
IV. TUGAS
Membuat ERD untuk sistem informasi sederhana penjualan produk secara online.
| alamat_web |
| memiliki |
| web |
| Id_web |
| Nama_web |
| monitoring |
| produk |
| Id_pro |
| Harga_pro |
| Nama_pro |
| konsumen |
| Almt_konsmm |
| Id_konsm |
| Nama_konsm |
| jenis_web |
| memiliki |
| pendesain |
| Nama_pds |
| Alamat_pds |
| Id_pds |
| KON.TTETAP |
| KON.TETAP |
| jmlh |
| Tgl_pmbuatan |
V. KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas tersebut kita simpulkan bahwa himpunan entitas tidak memiliki tergantungan dengan himpunan lain, dan juga setiap atribut mempunyai nilai yang banyak dibuat realsi baru dimana kunci utamanya gabungan dari relasi asal tersebut.
VI. LISTING
Tidak ada komentar:
Posting Komentar